Wednesday, May 16, 2012

Mahameru - Dewa 19


Mendaki melintas bukit
Berjalan letih menahan menahan berat beban
Bertahan didalam dingin
Berselimut kabut `Ranu Kumbolo`

Menatap jalan setapak

Bertanya-tanya sampai kapankah berakhir
Mereguk nikmat coklat susu
Menjalin persahabatan dalam hangatnya tenda
Bersama sahabat mencari damai
Mengasah pribadi mengukir cinta

Mahameru berikan damainya

Didalam beku `Arcapada`
Mahameru sebuah legenda tersisa
Puncak abadi para dewa

Masihkah terbersit asa

Anak cucuku mencumbui pasirnya
Disana nyalimu teruji
Oleh ganas cengkraman hutan rimba
Bersama sahabat mencari damai
Mengasah pribadi mengukir cinta

Mahameru berikan damainya

Didalam beku `Arcapada`
Mahameru sebuah legenda tersisa
Puncak abadi para dewa

Bersama sahabat mencari damai

Mengasah pribadi mengukir cinta

Mahameru berikan damainya

Didalam beku `Arcapada`
Mahameru sebuah legenda tersisa
Puncak abadi para dewa

Mahameru berikan damainya

Didalam beku `Arcapada`
Mahameru sampaikan sejuk embun hati
Mahameru basahi jiwaku yang kering
Mahameru sadarkan angkuhnya manusia
Puncak abadi para dewa

Mp3 Download >>KLIK<<

Yang Mistis dan Yang Ilmiah di Gunung Salak

Gunung Salak sering menjadi kuburaan bagi pesawat yang melintasi di atasnya. Banyak misteri, ada yang bisa dijelaskan secara ilmiah, ada pula yang mistis.

Gunung salak merupakan gunung berapi dengan tinggi 2.221 mdpal yang letaknya di daerah Jawa Barat. Jarak gunung ini sekitar 64 km dari arah selatan Jakarta. Secara administratif gunung salak termasuk pada wilayah kabupaten Sukabumi dan Bogor.

Sementara letak astronomis puncak gunung ini adalah pada 6°43’ LS dan 106°44’ BT. Gunung ini memiliki tiga puncak, yakni Puncak Salak I (2.211 m dpl), Puncak Salak II (2.180 m dpl), dan Puncak Sumbul (1.926 m dpl).

Meski bukan gunung yang tinggi, gunung yang namanya berasal dari bahasa sansekerta, Salaka yang berarti perak ini dikenal punya medan pendakian yang sulit. Banyak pendaki yang hilang dan tewas di gunung ini.

Selain kisah sedih pendakian, gunung ini juga menyimpan tragedi dunia penerbangan. Paling tidak dalam sepuluh tahun terakhir ini, tercatat 7 pesawat jatuh disekitar gunung tersebut.
Secara ilmiah, kawasan Gunung Salak memang kurang ramah bagi para penerbang khususnya pesawat ukuran kecil. Kabut dan awan gelap yang mengandung listrik aktif kerap muncul secara tiba-tiba.

Tragedi jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100 diduga akibat cuaca yang tidak bersahabat ini. Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) mengungkapkan, data satelit menunjukkan ada awan setinggi 37 ribu kaki saat pesawat dari Rusia itu menghilang.

"Data Multifunctional Transport Satellites (MTSAT) menunjukkan sekitar waktu kejadian, awan di sekitar Gunung Salak sangat rapat dengan liputan awan lebih dari 70 %", ujar Profesor Riset Astronomi Astrofisika Lembaga penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Thomas Djamaludin kepada majalah detik.

Sumber: http://majalah.detik.com/

Puisi Soe Hok Gie "Mandalawangi - Pangrango"


Mandalawangi - Pangrango

Senja ini, ketika matahari turun ke dalam jurang - jurangmu

Aku datang kembali
Ke dalam ribaanmu, dalam sepimu dan dalam dinginmu

Walaupun setiap orang bicara tentang manfaat dan guna
Aku bicara padamu tentang cinta dan keindahan
Dan aku terima kau dalam keberadaanmu
Seperti kau terima daku

Aku cinta padamu, Pangrango yang dingin dan sepi
Sungaimu adalah nyanyian keabadian tentang tiada
Hutanmu adalah misteri segala
Cintamu dan cintaku adalah kebisuan semesta

Malam itu ketika kebisuan menyelimuti Mandalawangi
Kau datang kembali
Dan bicara tentang kehampaan semua

Hidup adalah soal keberanian, menghadapi yang tanda tanya
Tanpa kita bisa menawar
"Terimalah dan hadapilah"

Dan antara ransel ransel kosong dan api unggun yang membara
Aku terima itu semua
Melampaui batas hutan hutanmu, melampaui batas batas jurangmu

Aku cinta padamu Pangrango
Karena aku cinta keberanian hidup

-- Soe Hok Gie
Jakarta, 19 July 1966

Tuesday, May 15, 2012

Mitos yang salah tentang Perubahan iklim

Ada beberapa orang awam yang salah mengatikan antara perubahan iklim, pemanasan gobal dan efek rumah kaca. Hal ini mungkin dikarenakan kurangnya pengetahuan tentang permasalahan yang terjadi dibumi ini.

Mitos yang salah tentang perubahan iklim
  1. Efek rumah kaca disebabkan oleh pantulan gedung-dedung kaca.
  2. Penipisan lapisan ozon menyebabkan perubahan iklim
  3. Pemanasan Global = Perubahan Iklim

Mitos yang benar

  1. Efek rumah kaca disebabkan oleh keberadaan gas-gas rumah kaca (GRK) di Troposfer yang menyebabkan terperangkapnya radiasi gelombang panjang (berupa gelombang inframerah) hasil radiasi balik permukaan bumi setelah permukaan tersebut menerima radiasi matahari.
  2. Kenaikan konsentrasi gas rumah kaca yang berlebihan menyebabkan perubahan iklim
  3. Pemanasan Global menyebabkan Perubahan Iklim.

Jadi jangan sampe kebalik balik dan salah mengartikan lagi. #Salam Lestari

Beberapa hal yang harus dilakukan (antisipasi) menghadapi perubahan iklim

Jika kondisi kehidupan bumi masih melakukan hal-hal yang efeknya dapat merusak bumi seperti penebangan hutan, polusi udara, dll maka perubahan suhu dan iklim dibumi tidak akan dapat dihindarkan lagi. Pertanyaanya adalah apakah yang harus dilakukan oleh menusia menghadapi perubahan iklim ini?
A. ADAPTASI

Upaya menyesuaikan berbagai kegiatan terhadap perubahan iklim. Hal ini bertujuan untuk meminimalisasi dampak yang telah terjadi, mengantisipasi resiko, sekaligus mengurangi biaya yang harus dikeluarkan akibat perubahan iklim.

Apa yang bisa kita lakukan dalam beradaptasi?
  1. Memahami kondisi cuaca dan pergerakan angin sebelum beraktivitas. Misalnya: saat melaut, berkendaraan, berpergian, dll.
  2. Penyesuaian pola tanam yang mengikuti perubahan iklim.
  3. Tidak menggali tanah yang miring di lereng bukit atau gunung untuk mencegah terjadi longsor.
  4. Bgi yang bertempat tinggal di dekat pantai, agar mewaspadai pasang surut air laut.
  5. Membudayakan hidup bersih dan membiasakan membuang sampah pada tempatnya untuk mencegah banjir karena tersumbatnya aliran air.
  6. Membuat bak/kolam untuk menampung hujan dan membuat sumur resapan.

B. MITIGASI (pencegahan)

Adalah usaha untuk mengurangi efek rumah kaca sehingga dapat memperlambat laju pemanasan global.

Hal - hal yang dapat dilakukan:

  1. Membudayakan gemar menanam pohon dan menggunakan tanaman hidup sebagian pagar rumah.
  2. Penebangan pohon harus diikuti dengan penanaman kembali bibit pohon yang sama dalam jumlah yang lebih banyak.
  3. Hindarkan membakar sampah dan jangan membuka lahan dengan membakar.
  4. Hemat energi seperti mematikan lampu dan peralatan listrik jika tidak digunakan, menggunakan lampu hemat energi, dan tidak membiarkan pitu kulkas terbuka terlalu lama.
  5. Menggunakan kertas di dua sisi, mendaur ulang kertas dan menggunakan barang-barang daur ulang.
  6. Membawa tas belanja sendiri untuk menghindari penggunaan kantong plastik.
  7. Hindari penggunaan lift atau eskalator untuk naik maupun turun paling tidak untuk 2 tingkat. Biasakan menggunakan tangga agar lebih sehat dan hemat listrik (untuk di kantor dan fasilitas umum)
  8. Mendesain bangunan dengan sirkulasi udara dan pencahayaan yang alami, sehingga meminimalkan penggunaan AC dan penerangan listrik.
  9. Mengganti chiller (sejenis alat yang digerakkan dengan tenaga listrik yang berfungsi untuk mendinginkan suhu air sesuai dengan yang diinginkan) dengan refrigerant non CFC dapat menghemat energi 35%.
  10. Usahakan menggunakan transportasi umum dan kendaraan yang berbahan bakar ramah lingkungan seperti gas dan biodiesel.
  11. Untuk jarak dekat, usahakan tidak menggunakan kendaraan kendaraan bermotor, tetapi dengan berjalan kaki atau bersepeda.
  12. Rawatlah mesin secara berkala agar emisi gas buang kendaraan baik.
  13. Tidak melebihi kapasitas penumpang kendaraan anda.
  14. Membeli produk-produk lokal untuk mengurangi transportasi barang-barang impor.
  15. Periksalah tekanan ban Anda secara teratur. Tekanan ban yang akurat dapat menghemat bahan bakar minyak.
  16. Bagi industri selalu memantau emisi gas buang limbahnya.

Warning Global Warming

Global warming atau dalam bahasa indonesia di sebut sebagai pemanasan global, merupakan salah satu efek dari meningkatnya suhu permukaan bumi. Peningkatan suhu permukaan bumi dapat disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya adalah naiknya konsentrasi gas karbon dioksida (CO2) dan gas-gas lainnya di atmosfer hal ini sering disebut dengan "Efek Rumah Kaca". Kenaikan konsentrasi gas CO2 ini disebabkan oleh kenaikan pembakaran bahan bakar minyak, batu bara dan bahan bakar organik lainnya yang melampaui kemampuan tumbuhan-tumbuhan dan laut untuk menyerapnya.

Energi yang masuk ke Bumi:

  • 25% dipantulkan oleh awan atau partikel lain di atmosfer
  • 25% diserap awan
  • 45% diserap permukaan bumi
  • 5% dipantulkan kembali oleh permukaan bumi

Energi yang diserap dipantulkan kembali dalam bentuk radiasi inframerah oleh awan dan permukaan bumi. Namun sebagian besar inframerah yang dipancarkan bumi tertahan oleh awan dan gas CO2 dan gas lainnya, untuk dikembalikan ke permukaan bumi. Dalam keadaan normal, efek rumah kaca diperlukan, dengan adanya efek rumah kaca perbedaan suhu antara siang dan malam di bumi tidak terlalu jauh berbeda.

Selain gas CO2, yang dapat menimbulkan efek rumah kaca adalah belerang dioksida, nitrogen monoksida (NO) dan nitrogen dioksida (NO2) serta beberapa senyawa organik seperti gas metana dan klorofluorokarbon (CFC). Gas-gas tersebut memegang peranan penting dalam meningkatkan efek rumah kaca.

Dampak negatif yang ditimbulkan oleh Perubahan Iklim

  1. Mencairnya lapisan es terutama di kutub utara dan selatan yang mengakibatkan naiknya permukaan air laut
  2. Peningkatan permukaan air laut akan menyebabkan tenggelamnya daerah pesisir dan pulau-pulau kecil.
  3. Pergeseran musim : Musim kemarau panjang mengakibatkan kekeringan dan meningkatnya potensi kebakaran hutan, Musim hujan akan berlangsung cepat dengan intensitas curah hujan yang tinggi sehingga mengakibatkan banjir dan tanah longsor.
  4. Terjadinya krisis persediaan makanan akibat tingginya potensi gagal panen dan krisis air bersih.
  5. Meluasnya penyebaran penyakit tropis (malaria, demam berdarah, dan diare).
  6. Hilangnya jutaan spesies flora dan fauna karena tidak dapat beradaptasi dengan
    perubahan suhu dibumi.

Berikut ini adalah salah satu berita tentang bukti pemanasan suhu yang terjadi di bumi

Mars Pecinta Alam

Kalo denger lagu ini berasa adem banget n cocok banget bagi sobat-sobat yang aktif dalam dunia Pecinta Alam. Biar tambah ngerti kalo pecinta alam itu kerjanya ngga cuma naek gunung poto2, tp juga harus aktif melestarikan alam sekitar mereka. Nikmati dan dalami isinya,. #Salam Lestari

“Rita Rubi Hartland – Kepada Alam Dan Pencintanya”

Pendaki gunung, sahabat alam sejati
Jaketmu penuh lambang, lambang kegagahan
memploklamirkan dirimu pecinta alam
sementara maknanya belum kau miliki


Ketika aku daki dari gunung ke gunung
Disana ku temui kejanggalan makna
Banyak pepohonan merintih kepedihan
Dikuliti pisaumu yang tak pernah diam

Batu batu cadas merintih kesakitan
ditikam belatimu yang bermata ayal
hanya untuk mengumumkan pada khalayak
bahwa disana ada kibar bendera mu

Oh alam, korban keangkuhan
Maafkan mereka yang tak mengerti arti kehidupan
Download MP3 >>KLIK<<