Sunday, May 19, 2013

Chord Langkah - Gangstarasta feat Tony Q

LANGKAH - Gangstarasta feat Tony Q



Am
Berjalan melangkah bersama hadapi semua kenyataan
G
semua tak semudah seperti yang kau kira

Cobaan rintangan pasti menghadang

(*)
Am
Ada kala kita tertawa , ada kala kita rasakan duka
G
Hidup memang penuh dengan tanda tanya

Namun asa tak akan pernah hilang

Am-G-Am-G
ayya yaa , , wo , o , o , , , ayya yaaa uyee

REFF :

Am                           G
Cahaya matahari hangatkan jiwa ini kawan , , , kawan

Am                                          G
Bersama kita lalui , bersama kita rasakan segala yang terlewati tanpa rasa ragu

Am-G-Am-G
wo , o , o , , aya ya ,ya , ho ho ho , , ayya ya,.ya,. woyooo

intro : Am

Dm-Em
pernah kita merasakan

Dm-Am
jiwa terhempas dalam keluh kehidupan

Dm-Em
kini semua berganti jadi harapan

F-Em
yakinkan kita tuk gapai semua angan , ,

bass : (jalur) Am

back to : (*), reff

 

Friday, May 17, 2013

Chord Gitar "Cahayamu" - Tony Q Rastafara



intro : G-Am-G-Am-G-Am

G-Am 
sejak engkau hadir dalam hidup

G-Am
tlah merubah suasana

G-Am
sejukkan hati yang sedang gamang

G-Am 
bagai siraman hujan musim kemarau

G-Am
O o o , aw aw aw
                                                      (*)

                                                       C-D
                                                        langkah kaki tak lagi gontai

                                                        C-D
                                                        cahayamu terangi gelap

                                                        C-D
                                                        sisa murung pun terhapuskan

                                                        C-D
                                                        Ada getaran menyentuh Kalbu
 
Reff: 
Em-Am
kau pelipur lara saat ku kelabu

Em-Am
engkau kembalikan cerah langit biru

Em-Am
besarkan jiwa yakinkan hidup


intro : G-Am-G-A
back to (*) reff

Em-Am 6x
nana nana nana

Tuesday, May 29, 2012

Kenapa Bangunan Proyek Hambalang Ambruk


Banyak hal yang aneh dari didirikannya megaproyek wisma atlet di Hambalang, proyek bernilai 1,2 trilyun ini terindikasi di korupsi oleh pihak-pihak yang terlibat didalamnya. Amblesnya beberapa gedung di proyek ini semakin menimbulkan kegaduhan yang luar biasa di masyarakat yang mengiginkan KPK untuk benar - benar mengusut indikasi korupsi pada proyek ini.

Kalau berbicara soal korupsi di negeri ini memang tidak ada habisnya sob. Jadi lebih baik ngomongin fakta-fakta kenapa beberapa bangunan di proyek itu ambles. Mendengar beberapa komentar dari mantan Menpora Adhyaksa Dault, daerah hambalang memang tidak cocok untuk didirikan bangunan bertingkat karena struktur tanah yang labil dan tempat ini merupakan daerah ring of fire atau cincin api karena dekat dengan gunung-gunung di sekelilingnya.

Jika di kaji dengan ilmu geografi, Topografi Hambalang bervariasi mulai dari datar sampai agak curam, terletak pada ketinggian sekitar 520 samapi 590 mdpl. Iklim di wilayah ini termasuk tipe AA (Schmidt and Ferguson) dengan curah hujan rata-rata mencapai 1.200 mm/tahun, dimana curah hujan tertinggi pada umumnya terjadi pada bulan Agustus. Suhu rata-rata daerah ini yaitu 20'C-32'C. Jenis tanah dikawasan ini adalah asosiasi latosol coklat dengan batuan induk adalah batuan endapan dan vulkan. struktur tanah sarang dan sedikit berbatu. Struktur tanah sarang merupakan tanah yang gembur dan memiliki agregat yang cukup besar, memiliki mikropori yang seimbang. (IPB)

Tanah di sekitar Bukit Hambalang yang termasuk cleyshale atau tanah ekspansif, sehingga sangat berpotensi terjadi longsor. Definisi tanah ekspansif sering digambarkan sebagai suatu kondisi tanah yang mudah mengembang (swelling) dan menyusut (shrink) menurut kadar air yang dikandung oleh tanah tersebut. Tanah ekspansif merupakan tanah lempung yang memiliki plastisitas tinggi dam mengandung mineral-mineral yang bersifat ekspansif, seperti Montmorillonite yang apabila kadar airnya berubah-ubah akan mudah mengalami perubahan volume tanah.

Peningkatan kadar air dalam tanah dapat menyebabkan pengembangan volume tanah yang nantinya mengakibatkan penurunan kuat geser tanah dan menimbulkan tekanan pengembangan (swelling pressure). Besarnya swelling pressure sama dengan besarnya tekanan yang menghalangi terjadinya perubahan volumedari tanah. Dalam dunia konstruksi tanah yang memiliki sifat ekspansif banyak menimbulkan banyak permasalahan, seperti bangunan menjadi retak-retak terutama pada dinding dan perkerasan jalan menjadi tidak rata karena tanah bergelombang. Selain itu bila terjadi penyusutan kadar air dapat menyebabkan penyusutan tanah dan permukaan tanah menjadi turun.

Berdasarkan uraian diatas bukit Hambalang memang tidak cocok untuk didirikan bangunan bangunan bertingkat karena struktur tanah yang labil.

Thursday, May 17, 2012

Puisi Soe Hok Gie "Mari Sini, Sayangku"

Ada orang yang menghabiskan waktunya berziarah ke Mekah
Ada orang yang menghabiskan waktunya berjudi di Miraza

Ada serdadu-serdadu Amerika yang mati kena bom di Danang
Ada bayi-bayi mati lapar di Biafra

Tapi aku ingin mati di sisimu, Manisku
Setelah kita bosan hidup dan terus bertanya-tanya
Tentang tujuan hidup yang tak satu setan pun tahu

Mari sini, Sayangku
Kalian yang pernah mesra, yang pernah baik dan simpati padaku
Tegaklah ke langit luas atau awan yang mendung

Kita tak pernah menanamkan apa-apa, kita tak akan pernah kehilangan apa-apa

Jakarta, Senin, 11 Oktober 1969

Peta Interaktif Surabaya

Download link >>Klik<<

Wednesday, May 16, 2012

Peta interaktif kota Semarang

link download >>klik<<

Mahameru - Dewa 19


Mendaki melintas bukit
Berjalan letih menahan menahan berat beban
Bertahan didalam dingin
Berselimut kabut `Ranu Kumbolo`

Menatap jalan setapak

Bertanya-tanya sampai kapankah berakhir
Mereguk nikmat coklat susu
Menjalin persahabatan dalam hangatnya tenda
Bersama sahabat mencari damai
Mengasah pribadi mengukir cinta

Mahameru berikan damainya

Didalam beku `Arcapada`
Mahameru sebuah legenda tersisa
Puncak abadi para dewa

Masihkah terbersit asa

Anak cucuku mencumbui pasirnya
Disana nyalimu teruji
Oleh ganas cengkraman hutan rimba
Bersama sahabat mencari damai
Mengasah pribadi mengukir cinta

Mahameru berikan damainya

Didalam beku `Arcapada`
Mahameru sebuah legenda tersisa
Puncak abadi para dewa

Bersama sahabat mencari damai

Mengasah pribadi mengukir cinta

Mahameru berikan damainya

Didalam beku `Arcapada`
Mahameru sebuah legenda tersisa
Puncak abadi para dewa

Mahameru berikan damainya

Didalam beku `Arcapada`
Mahameru sampaikan sejuk embun hati
Mahameru basahi jiwaku yang kering
Mahameru sadarkan angkuhnya manusia
Puncak abadi para dewa

Mp3 Download >>KLIK<<

Yang Mistis dan Yang Ilmiah di Gunung Salak

Gunung Salak sering menjadi kuburaan bagi pesawat yang melintasi di atasnya. Banyak misteri, ada yang bisa dijelaskan secara ilmiah, ada pula yang mistis.

Gunung salak merupakan gunung berapi dengan tinggi 2.221 mdpal yang letaknya di daerah Jawa Barat. Jarak gunung ini sekitar 64 km dari arah selatan Jakarta. Secara administratif gunung salak termasuk pada wilayah kabupaten Sukabumi dan Bogor.

Sementara letak astronomis puncak gunung ini adalah pada 6°43’ LS dan 106°44’ BT. Gunung ini memiliki tiga puncak, yakni Puncak Salak I (2.211 m dpl), Puncak Salak II (2.180 m dpl), dan Puncak Sumbul (1.926 m dpl).

Meski bukan gunung yang tinggi, gunung yang namanya berasal dari bahasa sansekerta, Salaka yang berarti perak ini dikenal punya medan pendakian yang sulit. Banyak pendaki yang hilang dan tewas di gunung ini.

Selain kisah sedih pendakian, gunung ini juga menyimpan tragedi dunia penerbangan. Paling tidak dalam sepuluh tahun terakhir ini, tercatat 7 pesawat jatuh disekitar gunung tersebut.
Secara ilmiah, kawasan Gunung Salak memang kurang ramah bagi para penerbang khususnya pesawat ukuran kecil. Kabut dan awan gelap yang mengandung listrik aktif kerap muncul secara tiba-tiba.

Tragedi jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100 diduga akibat cuaca yang tidak bersahabat ini. Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) mengungkapkan, data satelit menunjukkan ada awan setinggi 37 ribu kaki saat pesawat dari Rusia itu menghilang.

"Data Multifunctional Transport Satellites (MTSAT) menunjukkan sekitar waktu kejadian, awan di sekitar Gunung Salak sangat rapat dengan liputan awan lebih dari 70 %", ujar Profesor Riset Astronomi Astrofisika Lembaga penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Thomas Djamaludin kepada majalah detik.

Sumber: http://majalah.detik.com/

Puisi Soe Hok Gie "Mandalawangi - Pangrango"


Mandalawangi - Pangrango

Senja ini, ketika matahari turun ke dalam jurang - jurangmu

Aku datang kembali
Ke dalam ribaanmu, dalam sepimu dan dalam dinginmu

Walaupun setiap orang bicara tentang manfaat dan guna
Aku bicara padamu tentang cinta dan keindahan
Dan aku terima kau dalam keberadaanmu
Seperti kau terima daku

Aku cinta padamu, Pangrango yang dingin dan sepi
Sungaimu adalah nyanyian keabadian tentang tiada
Hutanmu adalah misteri segala
Cintamu dan cintaku adalah kebisuan semesta

Malam itu ketika kebisuan menyelimuti Mandalawangi
Kau datang kembali
Dan bicara tentang kehampaan semua

Hidup adalah soal keberanian, menghadapi yang tanda tanya
Tanpa kita bisa menawar
"Terimalah dan hadapilah"

Dan antara ransel ransel kosong dan api unggun yang membara
Aku terima itu semua
Melampaui batas hutan hutanmu, melampaui batas batas jurangmu

Aku cinta padamu Pangrango
Karena aku cinta keberanian hidup

-- Soe Hok Gie
Jakarta, 19 July 1966

Tuesday, May 15, 2012

Mitos yang salah tentang Perubahan iklim

Ada beberapa orang awam yang salah mengatikan antara perubahan iklim, pemanasan gobal dan efek rumah kaca. Hal ini mungkin dikarenakan kurangnya pengetahuan tentang permasalahan yang terjadi dibumi ini.

Mitos yang salah tentang perubahan iklim
  1. Efek rumah kaca disebabkan oleh pantulan gedung-dedung kaca.
  2. Penipisan lapisan ozon menyebabkan perubahan iklim
  3. Pemanasan Global = Perubahan Iklim

Mitos yang benar

  1. Efek rumah kaca disebabkan oleh keberadaan gas-gas rumah kaca (GRK) di Troposfer yang menyebabkan terperangkapnya radiasi gelombang panjang (berupa gelombang inframerah) hasil radiasi balik permukaan bumi setelah permukaan tersebut menerima radiasi matahari.
  2. Kenaikan konsentrasi gas rumah kaca yang berlebihan menyebabkan perubahan iklim
  3. Pemanasan Global menyebabkan Perubahan Iklim.

Jadi jangan sampe kebalik balik dan salah mengartikan lagi. #Salam Lestari

Beberapa hal yang harus dilakukan (antisipasi) menghadapi perubahan iklim

Jika kondisi kehidupan bumi masih melakukan hal-hal yang efeknya dapat merusak bumi seperti penebangan hutan, polusi udara, dll maka perubahan suhu dan iklim dibumi tidak akan dapat dihindarkan lagi. Pertanyaanya adalah apakah yang harus dilakukan oleh menusia menghadapi perubahan iklim ini?
A. ADAPTASI

Upaya menyesuaikan berbagai kegiatan terhadap perubahan iklim. Hal ini bertujuan untuk meminimalisasi dampak yang telah terjadi, mengantisipasi resiko, sekaligus mengurangi biaya yang harus dikeluarkan akibat perubahan iklim.

Apa yang bisa kita lakukan dalam beradaptasi?
  1. Memahami kondisi cuaca dan pergerakan angin sebelum beraktivitas. Misalnya: saat melaut, berkendaraan, berpergian, dll.
  2. Penyesuaian pola tanam yang mengikuti perubahan iklim.
  3. Tidak menggali tanah yang miring di lereng bukit atau gunung untuk mencegah terjadi longsor.
  4. Bgi yang bertempat tinggal di dekat pantai, agar mewaspadai pasang surut air laut.
  5. Membudayakan hidup bersih dan membiasakan membuang sampah pada tempatnya untuk mencegah banjir karena tersumbatnya aliran air.
  6. Membuat bak/kolam untuk menampung hujan dan membuat sumur resapan.

B. MITIGASI (pencegahan)

Adalah usaha untuk mengurangi efek rumah kaca sehingga dapat memperlambat laju pemanasan global.

Hal - hal yang dapat dilakukan:

  1. Membudayakan gemar menanam pohon dan menggunakan tanaman hidup sebagian pagar rumah.
  2. Penebangan pohon harus diikuti dengan penanaman kembali bibit pohon yang sama dalam jumlah yang lebih banyak.
  3. Hindarkan membakar sampah dan jangan membuka lahan dengan membakar.
  4. Hemat energi seperti mematikan lampu dan peralatan listrik jika tidak digunakan, menggunakan lampu hemat energi, dan tidak membiarkan pitu kulkas terbuka terlalu lama.
  5. Menggunakan kertas di dua sisi, mendaur ulang kertas dan menggunakan barang-barang daur ulang.
  6. Membawa tas belanja sendiri untuk menghindari penggunaan kantong plastik.
  7. Hindari penggunaan lift atau eskalator untuk naik maupun turun paling tidak untuk 2 tingkat. Biasakan menggunakan tangga agar lebih sehat dan hemat listrik (untuk di kantor dan fasilitas umum)
  8. Mendesain bangunan dengan sirkulasi udara dan pencahayaan yang alami, sehingga meminimalkan penggunaan AC dan penerangan listrik.
  9. Mengganti chiller (sejenis alat yang digerakkan dengan tenaga listrik yang berfungsi untuk mendinginkan suhu air sesuai dengan yang diinginkan) dengan refrigerant non CFC dapat menghemat energi 35%.
  10. Usahakan menggunakan transportasi umum dan kendaraan yang berbahan bakar ramah lingkungan seperti gas dan biodiesel.
  11. Untuk jarak dekat, usahakan tidak menggunakan kendaraan kendaraan bermotor, tetapi dengan berjalan kaki atau bersepeda.
  12. Rawatlah mesin secara berkala agar emisi gas buang kendaraan baik.
  13. Tidak melebihi kapasitas penumpang kendaraan anda.
  14. Membeli produk-produk lokal untuk mengurangi transportasi barang-barang impor.
  15. Periksalah tekanan ban Anda secara teratur. Tekanan ban yang akurat dapat menghemat bahan bakar minyak.
  16. Bagi industri selalu memantau emisi gas buang limbahnya.

Warning Global Warming

Global warming atau dalam bahasa indonesia di sebut sebagai pemanasan global, merupakan salah satu efek dari meningkatnya suhu permukaan bumi. Peningkatan suhu permukaan bumi dapat disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya adalah naiknya konsentrasi gas karbon dioksida (CO2) dan gas-gas lainnya di atmosfer hal ini sering disebut dengan "Efek Rumah Kaca". Kenaikan konsentrasi gas CO2 ini disebabkan oleh kenaikan pembakaran bahan bakar minyak, batu bara dan bahan bakar organik lainnya yang melampaui kemampuan tumbuhan-tumbuhan dan laut untuk menyerapnya.

Energi yang masuk ke Bumi:

  • 25% dipantulkan oleh awan atau partikel lain di atmosfer
  • 25% diserap awan
  • 45% diserap permukaan bumi
  • 5% dipantulkan kembali oleh permukaan bumi

Energi yang diserap dipantulkan kembali dalam bentuk radiasi inframerah oleh awan dan permukaan bumi. Namun sebagian besar inframerah yang dipancarkan bumi tertahan oleh awan dan gas CO2 dan gas lainnya, untuk dikembalikan ke permukaan bumi. Dalam keadaan normal, efek rumah kaca diperlukan, dengan adanya efek rumah kaca perbedaan suhu antara siang dan malam di bumi tidak terlalu jauh berbeda.

Selain gas CO2, yang dapat menimbulkan efek rumah kaca adalah belerang dioksida, nitrogen monoksida (NO) dan nitrogen dioksida (NO2) serta beberapa senyawa organik seperti gas metana dan klorofluorokarbon (CFC). Gas-gas tersebut memegang peranan penting dalam meningkatkan efek rumah kaca.

Dampak negatif yang ditimbulkan oleh Perubahan Iklim

  1. Mencairnya lapisan es terutama di kutub utara dan selatan yang mengakibatkan naiknya permukaan air laut
  2. Peningkatan permukaan air laut akan menyebabkan tenggelamnya daerah pesisir dan pulau-pulau kecil.
  3. Pergeseran musim : Musim kemarau panjang mengakibatkan kekeringan dan meningkatnya potensi kebakaran hutan, Musim hujan akan berlangsung cepat dengan intensitas curah hujan yang tinggi sehingga mengakibatkan banjir dan tanah longsor.
  4. Terjadinya krisis persediaan makanan akibat tingginya potensi gagal panen dan krisis air bersih.
  5. Meluasnya penyebaran penyakit tropis (malaria, demam berdarah, dan diare).
  6. Hilangnya jutaan spesies flora dan fauna karena tidak dapat beradaptasi dengan
    perubahan suhu dibumi.

Berikut ini adalah salah satu berita tentang bukti pemanasan suhu yang terjadi di bumi

Mars Pecinta Alam

Kalo denger lagu ini berasa adem banget n cocok banget bagi sobat-sobat yang aktif dalam dunia Pecinta Alam. Biar tambah ngerti kalo pecinta alam itu kerjanya ngga cuma naek gunung poto2, tp juga harus aktif melestarikan alam sekitar mereka. Nikmati dan dalami isinya,. #Salam Lestari

“Rita Rubi Hartland – Kepada Alam Dan Pencintanya”

Pendaki gunung, sahabat alam sejati
Jaketmu penuh lambang, lambang kegagahan
memploklamirkan dirimu pecinta alam
sementara maknanya belum kau miliki


Ketika aku daki dari gunung ke gunung
Disana ku temui kejanggalan makna
Banyak pepohonan merintih kepedihan
Dikuliti pisaumu yang tak pernah diam

Batu batu cadas merintih kesakitan
ditikam belatimu yang bermata ayal
hanya untuk mengumumkan pada khalayak
bahwa disana ada kibar bendera mu

Oh alam, korban keangkuhan
Maafkan mereka yang tak mengerti arti kehidupan
Download MP3 >>KLIK<<

Sunday, November 14, 2010

Tambang Pasir Merapi Dan Konflik Sosial


Ijin Tambang Tidak Menjamin Aman
Memicu konflik sesama Warga

Tambang Pasir di kecamatan Kemalang nampaknya harus dikaji ulang,karena banyaknya persoalan yang selalu muncul karena dampak tambang tersebut.selalin jalan umum yang rusak,kecelakaan yang selalu terjadi,ancaman kerusakan lingkungan ,minat sekolah pada anak atau remaja yang semakin berkurang lantaran persaingan hidup dengan kebutuhan kemewahan karena kemudahan mencari duit di tambang,yang lebih parah lagi konflik social yang sering timbul karena damapak tambang, disalah satu lokasi kami melihat banyak persoalan-persoalan yang muncul kapan saja,baik sesame pekerja tamabang,sesame pengelola alat berat,atau antara pemilik alat berat dan pengelola maupun si punya lahan,kejadian yang baru saya lihat adalah cermin bagi semua untuk di renungkan kemudian di fahami,terlebih para pemegang kebijakan segera mengambil sikap,kalaupun tambang tidak dihentikan mestinya dikaji ulang aturan yang baku yang bisa bermanfaat kepada semua, termasuk kepada anak cucu kita.



Konflik akan terjadi kalau tidak saling Toleransi

Sebuah tontonan Mengerikan Di lokasi tambang,pagi ini tanggal 1 Mei 2010,saya di melihat longsoran dilokasi tambang pasir lahan milik seorang warga Deles,dengan ketinggian longsoran + 50 meter yang mengangkut pohon Mindi, saat kejadian memang tidak ada kendaraan yang mengantri seperti biasanya ,kalu ada mungkin bisa puluan truk yang tertimbun,..itu Gambaran yang sangat mengerikan, disisi lain tampak seorang pemilik lahan yang longsor (sebut saja Mr.X demi keamanan).sedangkan Beliau Mr X tidak berniat menambang pasir di kebunya,dengan alasan mencintai pohon dan tanaman, lantas si penyabar Mr.X Hanya meneteskan air mata saat saya antar ke lokasi tersebut karena melihat longsoran yang membawa pohon mindi besarnya,longsor yang disebabkan ditamabng pasir di sebelahnya atau kebun milik orang lain,.. pertanyaan saya siapa yang bertanggung jawab atas ini semua?? Pemegang ijin,Pemberi ijin,atau Si empunya kebun di sebelahnya (yang di tambang)??.. Kata Mr.X.. “Kulo mboten badhe nuntut sinten mawon Gusti Pangeran Mboten Sare” (saya tidak akan menuntut siapapun saya serahkan pada keadilan Tuhan saja) tuturnya sambil meneteskan air mata.

Kesimpulanya andaikan warga masyarakat tidak saling menghargai apa yang terjadi, bagaimana kalo terjadi di daerah lain yang Individualismenya tinggi,sosialnya tidak ada, .. untung terjadi di masyarakat desa yang masih kental dengan kekerabatan,Gotongroyong dan Toleransi tinggi (Kelinci)

Sumber : http://merapi.combine.or.id/baca/1093/tambang-pasir-merapi-dan-konflik-sosial.html

Friday, October 29, 2010

DOWNLOAD MEDIA PEMBELAJARAN GEOGRAFI

1. Animasi Evolusi Tektonik Indonesia >>Download<<
2. Citra Penginderaan Jauh >>Download<<
3. Geografi Sejarah dan Pemetaan >>Download<<
4. Geomorfologi Pulau Jawa >>Download<<
5. Kondisi Geografi Kota Semarang >>Download<<
6. Perubahan Sosial dan Budaya >>Download<<
7. Sistem Informasi Geografis >>Download<<
8. Stratifikasi dan Diferensiasi Sosial >>Download<<
9. Pola Keruangan Kota dan Desa >>Download<<

Friday, October 22, 2010

Fakta - Fakta Tentang Bulan

Usia Bulan:
Usia bulan lebih tua dari yang diperkirakan, bahkan diperkirakan lebih tua daripada bulan dan matahari itu sendiri! Umur Bumi paling tua yang bisa diperkirakan adalah 4.6 Milyar tahun. Sementara itu batuan Bulan malah sudah berumur 5.3 Milyar tahun. Bulan lebih tua 1 milyar tahun ketimbang Bumi!

Lebih keras diatas:
Normalnya sebuah planet akan keras di dalam dan makin lama makin lembut diatas, seperti bumi kita. Tidak demikian hal nya dengan bulan. Bagian dalam bulan seperti berongga, sementara bagian atasnya keras sekeras Titanium. Hal ini lah yang menyebabkan bahwa bulan bagaimanapun juga sangat kuat dan tahan serangan. Kawah terbesar di Bulan berdiameter 300KM, dengan kedalaman hanya 6.4KM. Sementara itu, menurut hitungan ilmuwan, jika batuan yang menubruk bulan tadi, menubruk Bumi, maka akan terbentuk lubang paling tidak sedalam 1.200KM!

Bulan yang berongga juga dibuktikan saat kru Apollo yang meninggalkan Bulan, membuang kembali sisa pesawat yang tidak digunakan kembali ke Bulan . Hasilnya, sebuah gempa dan gema pada permukaan bulan terjadi selama 15 menit. Penemuan ini diulang kembali oleh kru Apollo 13, yang kali ini jatuh lebih keras, menimbulkan gema selama 3 jam 20 menit.

Ibaratnya seperti sedang membunyikan lonceng yang kemudian berdentang, hanya saja karena tidak ada udara, maka suara dentang lonceng yang dihasilkan tidak bisa didengar oleh manusia. Sementara itu, penemuan ini dipertanyakan oleh Carl Sagan, bahwa satelit alamiah nggak mungkin kopong dalam nya.

Bebatuan Bulan:
Asal usul batuan dan debu bulan sendiri tidak jelas, karena perbedaan komposisi pembentuk bulan yang berbeda sekali dengan komposisi batuannya. Batu yang pernah diambil team apollo sebesar 380KG lebih, menunjukkan ada nya bahan unik dan langka seperti Titanium murni, kromium, itrium, dan lain lain. Logam ini sangat keras, tahan panas, anti oksidasi. Jenis logam ini tidak terdapat secara alamiah di alam, dan jelas tidak mungkin terbentuk secara alamiah.

Para ilmuwan juga mengalami kesulitan menembus sisi luar bulan sewaktu mereka mengebor bagian terluar bulan. Setelah di teliti, bagian yang di bor tadi adalah sebuah mineral dengan kandungan titanium, uranium 236 dan neptunium 237. Bahan bahan super keras anti karat, yang juga tidak mungkin terbentuk secara alamiah, karena digunakan di bumi untuk membuat pesawat stealth. Kemungkinan besar, ini logam hasil sepuhan manusia!

Batuan bulan juga entah bagaimana sangat magnetik. Padahal tidak ada medan magnet di Bulan itu sendiri. Berbeda dengan bumi yang banyak sekali mengandung medan magnet.

Air menguap:
Pada 7 Maret 1971, instrumen bulan yang dipasang oleh astronot merekam adanya air melewati permukaan bulan. Uap air tadi bertahan hingga 14 jam dan menutupi permukaan seluas 100 mil persegi.

Ukuran bulan = Matahari?
Bulan bisa menutupi matahari dalam gerhana bulan total, tapi ukurannya tidak sama. Yang menarik, jarak matahari ke bumi persis 395 kali lipat jarak bulan ke bumi, sedangkan diameter matahari persis 395 kali diameter bulan. Pada saat gerhana matahari total, ukuran bumi dan bulan persis sama, sehingga matahari bisa tertutup bulan secara sempurna. Hitungan ini terlalu cermat dan akurat jika hanya merupakan kebetulan astronomi semata.

Orbit yang aneh:
Orbit bulan merupakan satu satunya yang benar benar hampir bulat sempurna dari semua sistem tata surya kita. Berat utama bulan terletak lebih dekat 6000 kaki ketimbang pusat geometris nya, yang harusnya justru mengakibatkan orbit lengkung. Sesuatu yang tidak diketahui telah membuat bulan stabil pada poros nya. Suatu teori yang belum di yakini benar adanya juga mengatakan bahwa wajah bulan yang selalu sama di setiap hari nya karena adanya suatu hal yang menyebabkan itu. Yang pada intinya, tetap suatu kebetulan astronomi.

Asal usul bulan:
Teori bahwa bulan tadinya adalah sebagian dari bumi yang mental keluar bumi karena tumbukan hebat di masa lalu hampir saja di setujui oleh semua orang, setelah sebelumnya mereka mengira bahwa bulan terbentuk dari debu debu angkasa yang mampat menjadi satelit bumi. Belakangan ini teori menyebutkan bahwa jika bagian sebesar bulan terambil dari bumi, maka bumi tidak akan bisa bulat seperti sekarang. Dan jika bulan tidak berongga, maka tidak mungkin bulan bisa berada menjadi satelit bumi. Terlalu berat dan bulan akan menghantam bumi.

Teori teori asal usul bulan kembali dipertanyakan, dan teori paling gila sepanjang sejarah mulai muncul, bahwa bulan diciptakan dengan sengaja oleh manusia terdahulu sebagai alat bantu dalam navigasi dan juga astronomi!

Bulan adalah kapal luar angkasa?
Kesempurnaan bulan yang keterlaluan, dan berbagai anomali yang ada dibulan, plus ditambah banyaknya benda benda terbang tak dikenal di bulan membuat banyak pihak mengatakan bahwa kemungkinan besar bulan adalah sebuah pesawat luar angkasa super besar yang diciptakan oleh mahluk cerdas pendahulu kita. Dan bulan BELUM ditinggalkan oleh penghuni nya! Semua kru Apollo dan astronot astronot lain atau peneliti bulan, semuanya telah melihat cahaya cahya adan benda benda terbang tak dikenal yang lalu lalang diantara bulan, muncul dan hilang begitu saja, bahkan selalu menyertai setiap kedatangan dan kepergian para team astronot yang mengunjungi bulan.

sumber: http://blognyajose.blogspot.com/2010/01/fakta-mengerikan-tentang-bulan.html

Mengenal Planet “Gliese 581 c” Bumi Ke-2 Di Jagat Raya

Gliese 581 c juga disebut HO Librae c, Wolf 562 c, dan HIP 74995 c, adalah bumi super atau planet ekstrasurya. Kemmungkinan planet ini berada pada zona layak huni, dimanna suhu permukaannya mengizinkan adanya air. Planet ini berjarak 20,4 tahun cahaya (193 triliun km) dari Bumi ddan terletak di rasi bintang Libra. Gl 581, atau Gliese 581, merupakan bintang ke 581 dalam urutan Katalog Gliese. Katalog tersebut dibuat oleh Gliese, diterbitkan ppada tahun 1969 dan diperbaharui tahun 1991 olleh Gliese dan Jahreiss.








Keadaan fisik Gliese 581 c


Temperatur normal planet ini berkisar dari 0–40 °C (32–104 °F), Gliese 581 c mungkin adalah planet di luar tatasurya pertama yang mirip dengan Bumi. Massa planet ini sekitar lima kali Bumi, dan merupakan planet terkecil yang ditemukan di luar tata surya hingga saat ini. (Perhitungan massa yang didasarkan pada planet lain dari sistem ini, Gliese 581 b telah diketahui. Para penemu Gliese 581 c yakin terdapat planet ketiga, Gliese 581 d, jadi Gliese 581 c akan memiliki 5,03 kali massa Bumi). Berpijak pada asumsi bahwa planet tersebut adalah planet berbatu dan bukan planet yang dingin, maka planet ini akan memiliki radius 50% lebih besar daripada Bumi, di mana gravitasi permukaannya kira-kira 2,1 kali lebih kuat daripada di Bumi. Sistem planet ini diperkirakan berusia 4,3 milyar tahun.

















Orbit Gliese 581 c

Gliese 581 c memiliki periode orbit 13 hari Bumi dan mengorbit 14 kali lebih dekat kepada bintang utamanya daripada orbit Bumi mengelilingi Matahari, sekitar 11 juta kilometer dari bintangnya, sementara Bumi berjarak 150 juta kilometer dari Matahari.

Usia Gliese 581 c

Sistem Gliese 581 diperkirakan berusia 4.3 milyar tahun. Jika dibandingkan, tata surya diperkirakan berusia 4.57 miliar tahun.

Iklim
Perbandingan antara Bumi dan Gliese 581 c
Gliese 581 c memiliki kesetimbangan temperatur permukaan antara 0 °C dan 40 °C. Namun, temperatur permukaan tergantung pada atmosfer planet, yang masih tidak

Penemuan Gliese 581 c

Planet ini ditemukan oleh tim Stephan Udry dari Observatorium Jenewa di Swiss menggunakan HARPS yang dipasang pada teleskop 3,6 m di European Southern Observatory, La Silla, Chili. Tim menggunakan teknik kecepatan radial. Tim ini sekarang bermaksud untuk menggunakan teleskop MOST yang dibangun di kanada untuk pengamatan nantinya terhadap Planet itu.



Cairan air Gliese 581 c

Gliese 581 c dipercaya berada dalam zona layak huni di mana air, jenis zat yang penting bagi kehidupan, berada dalam keadaan cair.
Walaupun potensi adanya air diprediksi oleh model zona layak huni, tidak ada bukti yang menentukan telah ditemukan. Teknik seperti yang digunakan untuk mengukur HD 209458 b bisa berpotensi diterima untuk menentukan keberadaan uap air di planet luar tatasurya.

Kesulitan penjelajahan Gliese 581 c

Gliese 581 c memiliki beberapa tantangan untuk dijelajahi dan dipelajari. Planet ini tidak pernah secara langsung diamati, dan pencarian akan tanda-tanda kehidupan akan memakan waktu beberapa tahun. Namun, menurut anggota tim peneliti Xavier Delfosse: Karena temperatur dan relatif dekatnya, planet ini akan menjadi target paling penting dalam misi luar angkasa di masa depan yang untuk mencari kehidupan luar angkasa. Dalam peta harta karun angkasa luar, kita akan tergiur untuk menandai planet ini dengan tanda X.

Jika satelit dikirim dari Bumi untuk mengeksplorasi Gliese 581, akan memakan waktu 20,5 tahun untuk mencapainya dalam kecepatan cahaya
Dimitar Sasselov dari Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics, yang mempelajari struktur dan formasi planet, mengatakan, “20 tahun cahaya. Kita bisa pergi ke sana.

Sumber:
http://www.taukahkamu.com/2010/10/mengenal-planet-gliese-581-c-bumi-ke-2.html

Planet Mars ketika mendekati bumi di tahun 2010

Beberapa tahun yang lalu, mungkin ada yang masih ingat, ketika ramai dibicarakan bahwa Mars akan mendekati Bumi dengan ukuran sebesar Bulan, tentunya tidak!

Memang benar bahwa dalam lintasannya mengitari Matahari, baik Bumi dan Mars pada suatu ketika berada pada suatu posisi yang saling mendekat satu sama lain, karena lintasan Bumi, Mars, tidaklah merupakan lingkaran sempurna, tetapi berupa lintasan elips, dengan Matahari berada pada salah satu titik fokus elips.

Bumi bergerak mengitari Matahari lebih cepat daripada Mars, dan setiap 26 bulan, Bumi akan mendahului Mars melalui lintasan dalam, dan ketika itu, saat Matahar-Bumi-Mars berada pada segaris, dikenal sebagai oposisi Mars.



Maka, oposisi Mars akan selalu terjadi setiap 26 bulan, dan biasanya di waktu oposisi tersebut maka, Bumi dan Mars berada pada posisi yang saling berdekatan.

Jarak antara Bumi dan Mars tidak selalu sama setiap oposisi, karena orbit Mars yang sedikit lebih lonjong, maka jarak terdekat antara Bumi dan Mars tidak selalu tepat saat oposisi, tetapi selalu berada di sekitar waktu oposisi, yang berselisih beberapa hari dari waktu oposisinya.

Dan biasanya, pada saat saling mendekat itu, maka Mars akan tampak cerlang dan cerlang, lebih kemerahan, kelihatan lebih jelas, baik diamati mempergunakan mata, binokular ataupun teleskop, tetapi yang pasti, tidak akan mencapai sebesar Bulan!

Oleh karena bentuk geometri yang unik itu, maka setiap terjadi jarak yang terdekat antara Bumi-Mars (yang berperiode 26 bulan itu), tidak akan pernah sama dari satu kejadian ke kejadian berikutnya.

Pada kejadian oposisi Mars tahun 2003, yang dikenal sebagai peristiwa Mars dalam posisi paling dekat (sedekat-dekatnya) dengan Bumi, jarak yang terhitung sebagai terdekat adalah 55758006 km, dengan diameter tampak sekitar 25″; dan fenomena ini hanya bisa terjadi setiap 60 ribu tahun. Besarkah itu?

Bagi yang beruntung mengamati saat itu, Mars masih tetap sama seperti Mars yang telah diamati nenek moyang kita, dengan mata telanjang, masih berupa noktah merah terang di langit. Bahkan dengan teleskop sekalipun, tidak banyak berubah kenampakannya, hanya, detilnya agak lebih tampak sedikit.

Dan kemudian, di awal tahun 2010 ini, melalui siklus 26-bulan berikutnya (sesudah 2007), maka si merah kembali mendekat dengan Bumi! Di bulan Januari ini, Mars telah mencapai kecerlanganan mencapai sekitar -1 magnitudo, cukup terang teramati di langit sebagai suatu noktah merah yang jelas terlihat mempergunakan mata telanjang.

Pada tanggal 27 Januari 2010, posisi terdekatnya mencapai 99 juta km, dengan diameter tampak sekitar 14″, lalu, oposisi Mars tercapai pada tanggal 29 Januari 2010, dengan magnitudo mencapai -1,28. Mars akan berada dalam kondisi yang sangat cerlang dengan magnitudo di sekitar -1, sampai dengan tanggal 14 Februari 2010, dan sesudah itu akan semakin meredup.



Lalu, bagaimana kita menemukan Mars? Mudah, di bulan-bulan ini, ketika sore, carilah ke arah terbit di timur, apabila ada sebuah noktah yang cerlang berwarna kemerahan, besar kemungkinan itulah dia.

Apabila kita telah mengetahui tentang rasi-rasi di langit, (mempergunakan peta langit sangat membantu), atau mempergunakan peta bintang dari langitselatan , carilah rasi Cancer, maka disitulah ia berada!

Jadi, tunggu apa lagi? Apabila langit cerah, segeralah cari di mana sang Dewa Perang berada!

Sumber :
langitselatan.com

Tuesday, July 13, 2010

Kondisi Geologi dan Morfologi Kabupaten Kendal

Kondisi Geografis

Kabupaten Kendal terletak pada 109,40' - 110,18' Bujur Timur dan 6,32' - 7,24' Lintang Selatan. Batas wilayah administrasi Kabupaten Kendal meliputi :
Utara : Laut Jawa
Timur : Kota Semarang
Selatan : Kabupaten Semarang dan Kabupaten Temanggung
Barat : Kabupaten Batang
Jarak terjauh wilayah Kabupaten Kendal dari Barat ke Timur adalah sejauh 40 Km, sedangkan dari Utara ke Selatan adalah sejauh 36 Km. Kabupaten Kendal mempunyai luas wilayah sebesar 1.002,23 Km2 yang terbagi menjadi 20 Kecamatan dengan 265 Desa serta 20 Kelurahan.


Gambar 1. Peta Lokasi Kendal

Kondisi Geomorfologi

Morfologi Kendal dapat dikelompokkan menjadi dua satuan, yaitu satuan perbukitan bergelombang dan satuan dataran aluvium (Gambar 2). Pembagian ini terutama didasarkan pada kondisi bentang alamnya.




Gambar 2. Peta Geomorfologi Kendal


kondisi iklim dan curah hujan

Mengingat wilayah Kabupaten Kendal yang terbagi menjadi 2 (dua) daerah dataran, maka kondisi tersebut mempengaruhi kondisi iklim wilayah Kabupaten Kendal. Wilayah Kabupaten Kendal bagian utara yang didominasi oleh daerah dataran rendah dan berdekatan dengan Laut Jawa, maka kondisi iklim di daerah tersebut cenderung lebih panas dengan suhu rata-rata 270 C. Sedangkan wilayah Kabupaten Kendal bagian selatan yang merupakan daerah pegunungan dan dataran tinggi, kondisi iklim di daerah tersebut cenderung lebih sejuk dengan suhu rata-rata 250 C.

Satuan Dataran aluvium

Satuan ini terdiri atas satuan dataran pantai, sungai, dan rawa. Kemiringan lereng berkisar dari datar sampai agak landai (0 5°), dengan ketinggian kurang dari 1 m sampai lebih kurang 10 m. Satuan ini disusun oleh endapan rawa dan sungai yang pada umumnya terdiri atas lempung, pasir, lanau, lumpur, dan gambut. Secara umum, tumbuhannya didominasi oleh semak dan rawa. Sungai utama yang mengalir di daerah ini adalah Kali Bodri, Kali Kunto, Kali Blukar, dan Kali Cangkring yang hulu- nya bersumber dari perbukitan sebelah selatan dan bermuara di pantai utara Jawa. Material hasil erosi yang kemudian diangkut oleh sungai ini diendapkan di pantai utara Jawa dan membentuk endapan delta aktif.

Secara umum, terlihat bahwa kerapatan pola aliran yang berkembang di sebelah timur lebih jarang bila dibandingkan dengan kerapatan pola aliran di sebelah barat. Di sebelah timur berkembang pola aliran subparalel - paralel, sedangkan di sebelah barat dan di sebelah selatan berkembang pola aliran subdendritik - dendritik.

Satuan Perbukitan Bergelombang

Morfologi satuan perbukitan bergelombang mempunyai kemiringan lereng berkisar dari agak landai sampai agak terjal (5 25°) dengan keting- gian antara 50 m sampai 300 m di atas permukaan laut. Sekitar 25% Kendal ditempati oleh satuan ini, yang tersebar di sebelah selatan Kendal.

Batuan yang menyusun satuan morfologi ini pada umumya terdiri atas batupasir tufan, konglomerat, dan breksi vulkanik. Breksi vulkanik diendapkan sebagi lahar (Thanden drr.,1996).

Tataan Stratigrafi

Menurut Thanden drr. (1996) urutan stratigrafi daerah penelitian disusun oleh Formasi Damar, Endapan Rawa, dan Aluvium. Hubungan antara Formasi Damar dengan endapan aluvium/rawa adalah tidak selaras. Pemerian tiap-tiap formasi, mulai dari umur tua ke yang muda, adalah sebagai berikut:

Formasi Damar (QTd)

Formasi Damar tersingkap di sekitar Sungai Damar yang letaknya sebelah barat daya Kendal. Formasi ini berumur Plio-Plistosen, dan sedimennya sebagian diendapkan di lingkungan nonmarin, yang diindikasikan oleh fosil sisa vertebrata. (Thanden drr., 1996). Formasi ini terdiri atas batupasir tufan, konglomerat, dan breksi vulkanik. Batupasir mengandung mineral mafik, felspar, dan kuarsa. Formasi ini tersebar di sebelah selatan Kendal dengan pola penyebaran timur – barat.

Endapan Aluvium (Qal)

Endapan Aluvium tersebar cukup luas dan menu- tupi hampir 90% Kendal. Endapan aluvi- um ini menindih Formasi Damar secara tidak selaras. Thanden drr. (1996) membedakan endapan aluvium menjadi endapan dataran pantai, dataran sungai, dan danau. Endapan dataran pantai umumnya terdiri atas lempung dan pasir, membentuk endapan delta, dan mencapai ketebalan kurang lebih 80 m. Endapan alur sungai dan danau terdiri atas kerikil, kerakal, pasir, dan lanau dengan tebal 1 – 3 m.

Struktur dan Tektonik

Struktur geologi yang terdapat di Kendal merupakan struktur sesar yang bertindak sebagai batas tektonik, yaitu antara Formasi Damar dan Formasi Kerek. Di dalam Peta Geologi Lembar Magelang Semarang, skala 1 : 100.000 (Thanden drr. 1996), struktur sesar tersebut digambarkan memanjang dengan arah timur barat dan memotong Formasi Kerek, Formasi Damar, dan Formasi Kali Getas (Gambar 4). Berdasarkan fakta tersebut, sesar ini merupakan sesar Kuarter yang berumur lebih muda dari umur formasi yang dipotong oleh sesar tersebut, yaitu Formasi Damar (Plio-Plistosen). Di sekitar daerah Muteran, sesar tersebut digambarkan secara jelas sebagai sesar naik, sedangkan di sekitar lereng utara Gunung Gili Kelor digambarkan sebagai kelurusan, dan sekitar Sungai Damar sesar tersebut kemudian digambarkan sebagai sesar yang diberi notasi U (up) dan D (down). Menurut Thanden drr. (1996), kegiatan tektonik di daerah ini ditandai oleh munculnya intrusi basal dan andesit pada Tersier Awal. Kegiatan ini kemudian diikuti oleh pengangkatan dan proses erosi.

Hasil erosi kemudian mengendap dan membentuk sedimen turbidit diendapkan Formasi Kerek di lingkungan neritik, yang kemudian di atasnya diendapkan Formasi Kalibeng di lingkungan laut dalam, serta Formasi Damar di lingkungan transisi abisal. Pada Plio-Pliostosen kemudian terjadi lagi tektonik yang membentuk lipatan-lipatan tak simetris (tak setangkup), dan diikuti oleh sesar naik berarah relatif barat timur, sesar geser berarah timur laut barat daya dan barat laut – tenggara, serta sesar normal. Berdasarkan fakta tersebut, terlihat jelas bahwa kegiatan tektonik Plio-Plistosen merupakan tektonik yang paling optimal pada saat itu. Setelah kegiatan tersebut berangur-angsur melemah, terjadilah peningkatan aktivitas gunung api yang menghasilkan berbagai ragam batuan.




Gambar 3. Peta Geologi Kendal

Kegempaan

Sebaran titik pusat gempa berdasarkan kedalaman di Kendal memperlihatkan adanya pengaruh kuat aktivitas subdaksi. Secara jelas terlihat bahwa pola sebaran kedalaman gempa mengalami perubahan. Kedalaman gempa dari arah selatan ke arah utara secara berangsur-angsur berubah menjadi lebih dalam (Gambar 7).




Gambar 4. Peta kedalaman kedalaman gempa daerah Kendal dan sekitarnya, Provinsi Jawa Tengah

Kondisi ini dapat dilihat lebih jelas pada profil gempa yang dibuat mulai dari zona subdaksi hingga ke Laut Jawa melalui Kendal (A – B)(Gambar 8).

Di sebelah utara Kendal (Laut Jawa), terlihat adanya konsentrasi gempa dengan kisaran kedalaman antara 451 600 km. Sementara di sebelah timur terdapat titik-titik pusat gempa dengan kedalaman antara 151 450 km, dan di sebelah sela- tan terdapat gempa-gempa dengan kedalaman antara 91 150 km. Secara umum, gempa-gempa tersebut digolongkan ke dalam gempa dalam.

Selanjutnya berdasarkan magnitudo gempa (Gambar 9), di daerah Kendal terlihat adanya gempa yang berkekuatan antara 6,1 mb 7,0 mb pada kedalaman antara 151 km 450 km.


Secara umum, kekuatan gempa di Kendal berkisar antara 4,1 mb 6,0 mb dengan kedalaman gempa berkisar dari 151 km – 600 km.

Namun, di perhatikan lebih terperinci, di sekitar Kendal terdapat beberapa gempa dengan kedalaman yang dangkal (0 90 km) dengan magnitudo sebesar 4 6 mb. Berdasarkan letak geografisnya yang jauh dari zona subdaksi, dipastikan bahwa kejadian gempa dangkal ini tidak terkait dengan aktivitas subdaksi. Oleh karena itu, jenis gempa ini merupakan gempa yang berkaitan dengan struktur sesar aktif di daerah tersebut. Fakta tersebut mengindikasikan bahwa lajur sumber gempa di daerah ini paling sedikit diwakili oleh lajur penunjaman subdaksi Jawa dan sesar aktif di sekitar Semarang.

Lumbanbatu (2004) telah melakukan kajian kegempaan di daerah Semarang. Dia menyebutkan bahwa kejadian gempa di daerah tersebut tercatat sejumlah 3.002 kali. Frekuensi kejadian gempa berdasarkan kedalamannya didominasi oleh gempa dangkal dengan kedalaman berkisar antara 0 90 km, yaitu sebesar 81,9%. Selanjutnya, disebutkan bahwa daerah ini patut dicermati sebagai daerah yang rentan terhadap bencana gempa bumi. Seperti disebutkan di atas, di Kendal ini endapan yang rentan terhadap pelulukan adalah endapan alur sungai purba dan endapan alur estuari. Lebih lanjut, Lumbanbatu dan Soemantri, (2007) memisahkan endapan alur sungai tersebut menjadi tiga kelompok yang berbeda. Pemisahan ini didasarkan pada posisi stratigrafis endapan alur sungai tersebut.